Juni 15, 2024

Wajib Dateng Ke Gunung Ambeso Yang Terkenal Dengan Penghasil Kopi Terbaik

3 min read

Gunung Ambeso adalah salah satu gunung yang berada di Kecamatan Gandang Batu Sillanan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Gunung yang diketahui dengan nama lain Benteng Ambeso, Ambesu ini memiliki ketinggian sedang adalah 1.971 mdpl.

Mengutip dari laman Gunung Bagging, Selasa, 28 Mei 2024, Gunung Ambeso terbilang kurang diketahui dibanding gunung lainnya di Indonesia. Puncaknya dapat dicapai dengan pendakian setengah hari.

Dikelilingi oleh pegunungan karst, arsitektur lokal yang mempesona, dan masyarakat yang benar-benar ramah, cuma keadaan sulit waktu sebelum Gunung Ambeso menjadi lebih tenar. Ketika ini, Ambeso didaki sebagian kali dalam setahun oleh pelajar lokal dari wilayah Toraja bagian selatan.

Masih banyak hal lain menganai Gunung Ambeso selain lokasi ataupun ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Gunung Ambeso yang dirangkum Regu dari bermacam-macam sumber.

1. Spot Permulaan Pendakian
Siapapun yang terbang ke bandara baru Tana Toraja akan dapat mengamati Gunung Ambeso dalam cuaca cerah. Seiring dengan semakin seringnya penerbangan, benar-benar mungkin atensi orang menyambangi Gunung Ambeso akan meningkat.

Dari jalan utama di selatan bandara, arahkan kendaraan Anda ke Gandang Batu Silanan. Terlepas dari bonus new member 100 di depan apa yang direkomendasikan oleh aplikasi peta, yang terbaik adalah konsisten berada di jalan aspal utama sampai ke Benteng Ambeso daripada mencoba jalan pintas di sepanjang trek sempit. Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan panorama menakjubkan, dengan punggung bukit karst mendominasi cakrawala di sebagian arah.

2. Rute Pendakian

Sesudah lewat Gandang Batu Silanan, pada ketinggian sekitar 1.300 mdpl, Anda perlu mengambil belokan kanan dan seketika belok kiri sampai jalan berubah menjadi trek batu. Sepeda motor dapat diparkir di sini pada ketinggian sekitar 1.340 mdpl.

Ikuti jalan batu sampai ke persimpangan dan belok kiri (1.369 mdpl). Seketika setelah itu, belok kanan di belakang sebuah rumah kayu besar (1.379 mdpl) yang adalah ujung jalan setapak tapi tak memiliki petunjuk.

Ikuti jalan ini lewat perkebunan kopi sebelum mencapai gubuk kayu kecil (1.455 mdpl). Ini diasumsikan sebagai Pos 1. Di luar gubuk terdapat genangan air kecil (1.491 mdpl).

Para pendaki lokal sudah mengikatkan potongan plastik biru dan hijau ke dahan untuk membantu navigasi. Selanjutnya adalah area berbatu (1.534 mdpl), yang kelihatan seperti taman bertembok yang tak disengaja. Pemandangan di sini ke perbukitan di sisi lain lembah benar-benar baik.

Sesudah lewat Pos 3, medan menjadi lebih berbatu dengan batu-batu besar (1.813 mdpl). Kemudian memasuki ketinggian 1.848 mdpl di bagian jalan terjal jadi penanda ujung hutan dan permulaan dari panorama yang benar-benar menakjubkan ketika Anda mendekat.

3. Terdapat Sungai dan Daerah Berkemah

Sebuah sungai kecil dengan pipa air (1.539 mdpl) adalah satu-satunya tempat untuk mengisi botol air, tapi mengingat singkatnya perjalanan, hal ini tak dibutuhkan. Di luar pipa air terdapat Pos 2 (1.616 mdpl), yang mana trek hal yang demikian sudah memasuki hutan yang pantas.

Pendaki dapat berkemah di Pos 2 dengan tempat kecil dan datar sebagai ruang yang cukup untuk sebagian tenda kecil. Pos 3 (1.728 mdpl) mirip dengan Pos 2 juga dapat dibuat tempat tenda.

4. Familiar Sebagai Penghasil Kopi
Mengutip dari laman Kopi Sulawesi, Seperti banyak tempat di Toraja, tempat ini tenar dengan kopi berkwalitas tinggi. Kopi Toraja Benteng Ambeso bagaikan permata yang tersembunyi di dalam sebuah hutan belantara, di mana dia tak diketahui oleh banyak orang, tapi memiliki rasa istimewa yang sebanding dengan estetika dan kelangkaannya.

Kopi ini adalah salah satu variasi kopi yang berasal dari tempat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi ini tenar dengan cita rasanya yang khas dan menjadi salah satu pujian dari Sulawesi Selatan.

5. Puncaknya Seperti Benteng

Sesudah lewat Pos 3, tebing puncak vertikal di utara kini kelihatan terang dan Anda perlu melintas ke arah kiri. Pos 4 (1.932 mdpl) tak pantas untuk berkemah dan sebenarnya hanyalah persimpangan jalan kecil antara Puncak 1 (puncak sebenarnya) dan Puncak 2 kecil (1.965 mdpl).

Puncak yang sebenarnya benar-benar terasa seperti sebuah benteng, dengan apa yang kelihatan seperti tembok batu di puncaknya. Panoramanya menakjubkan dan dalam cuaca cerah meliputi pegunungan karst yang tak terhitung jumlahnya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!