Februari 23, 2024

Terungkap! Alasan Sri Mulyani Pungut Pajak Rokok Elektrik 10%

1 min read
rokok elektrik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai memberlakukan pengenaan pajak rokok elektrik sebesar 10% dari cukai rokok yang berlaku terasa 1 Januari 2024. Ketentuan tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 143/2023 berkenaan Tata Cara Pemungutan, Pemotongan, dan Penyetoran Pajak Rokok

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman memberikan bahwa pertimbangan penerapan pajak rokok elektrik tersebut untuk memberi tambahan keadilan kepada pelaku industri.

“Pertimbangan utama dari penerapan pajak rokok elektrik, bukan karena aspek penerimaan, tetapi memberi tambahan keadilan atau level of playing field,” katanya di dalam Konferensi Pers APBN Kita.

Baca juga:

Berapa Kadar Gula Darah Normal Setelah Makan?

Hal Mudah Cara Mengatasi WiFi Tidak Bisa Terhubung di HP

Luky menyebutkan pengenaan pajak rokok pada rokok konvensional yang melibatkan petani tembakau, terhitung buruh pabrik rokok, sudah diberlakukan sejak 2014. Lebih lanjut, dia memberikan penerimaan negara dari pengenaan pajak rokok elektrik terhitung terlalu kecil, yaitu hanya sebesar Rp175 miliar pada 2023 atau 10% dari cukai rokok elektrik yang sebesar Rp1,75 triliun.

Sementara itu, penerimaan cukai rokok elektrik tersebut terhitung masih kecil, yaitu hanya 0,82% dari keseluruhan penerimaan cukai hasil tembakau.

Bisnis mencatat, pemerintah masih memberi tambahan relaksasi untuk tidak mengenakan pajak rokok elektrik pada saat pengenaan cukai atas rokok elektrik pada 2018.

Hal ini sebagai usaha bantuan jaman transisi yang memadai atas implementasi pengenaan pajak rokok yang merupakan pungutan atas cukai rokok yang sudah diimplementasikan sejak 2014 sebagai amanah dari UU No. 28/2009.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!