Desember 8, 2023

Starbucks Indonesia Bantah Tudingan Pro Israel

2 min read
starbucks

Starbucks Indonesia membantah tudingan pro Israel. Jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat (AS) jadi sasaran boikot imbas tudingan tersebut.

Pihak Starbucks Indonesia sendiri menunjukkan pihaknya, termasuk CEO Howards Schultz tidak beri tambahan pertolongan finansial apa pun kepada Israel yang tengah menggempur Jalur Gaza, Palestina.

“Baik Starbucks maupun mantan pemimpin, presiden, dan CEO perusahaan, Howard Schultz, tidak beri tambahan pertolongan finansial kepada pemerintah Israel dan/atau Angkatan Darat Israel bersama langkah apa pun,” tulis perusahaan di laman resmi, dikutip Kamis (16/11).

Manajemen menyatakan, Starbucks merupakan perusahaan publik dan karenanya diwajibkan untuk memberikan setiap pertolongan perusahaan setiap th. lewat proxy statement. Pun, manajemen mengatakan berkenaan tudingan Starbucks yang mengirimkan keuntungannya kepada Pemerintah maupun tentara Israel.

“Apakah Starbucks pernah mengirimkan keuntungannya kepada pemerintah Israel atau tentara Israel? Tidak. Ini sama sekali tidak benar,” jelasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram membeli produk berasal dari produsen yang secara nyata menunjang agresi Israel ke Palestina.

Ketua MUI bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyebut fatwa itu adalah wujud prinsip menunjang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina, dan termasuk perlawanan pada agresi Israel dan juga usaha pemusnahan kemanusiaan.

“Mendukung pihak yang diketahui menunjang agresi Israel, baik segera maupun tidak langsung, layaknya bersama membeli produk berasal dari produsen yang secara nyata menunjang agresi Israel hukumnya haram,” kata Niam memberikan isi fatwa MUI di Jakarta, Jumat, 10 November 2023.

Lebih lanjut, Starbucks termasuk mengklaim telah menutup toko di Israel sejak 2003. Meski demikian, perusahaan mengatakan penutupan itu tidak berkenaan bersama isu politik.

Starbucks menentukan membubarkan kemitraan bersama Israel gara-gara tantangan operasional di pasar negara tersebut. Keputusan berikut termasuk telah dibicarakan bersama mitra di Israel saat itu.

“Meskipun ini merupakan keputusan yang sukar bagi ke dua perusahaan, kita yakin ini selalu merupakan keputusan yang tepat bagi bisnis,” sambung Starbucks.

Starbucks menuturkan pihaknya merupakan perusahaan global bersama gerai yang tersebar di 86 pasar, termasuk lebih berasal dari 1.900 toko di 11 wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Di wilayah tersebut, perusahaan mempekerjakan lebih berasal dari 19 ribu partner (sebutan untuk karyawan) yang mengenakan celemek berwarna hijau.

Perusahaan mengatakan lewat perjanjian lisensi bersama partner dagang dan pemegang lisensi MH Alshaya Co. WLL, sebuah bisnis keluarga Kuwait, Starbucks telah beroperasi di Timur Tengah sejak 1999.

Saat ini Alshaya Group mengoperasikan lebih berasal dari 1.900 kedai Starbucks yang tersebar berasal dari Afrika Utara hingga Timur Tengah dan Turki, hingga Asia Tengah.

“Kami bermitra bersama Alshaya Group untuk mengoperasikan toko Starbucks di Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata perusahaan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!