Juni 15, 2024

Seminggu Harga Cabai Rawit Hijau Naik 60,06%

3 min read
harga cabaik naik 60%

Harga cabai rawit hijau di DKI Jakarta dijual dengan harga Rp 99.400 per kg pada Senin, 27 November 2023. Dibandingkan wilayah lain, perubahan harga di wilayah ini merupakan yang tertinggi dalam sepekan terakhir. Menurut pantauan data harian komoditas bahan pokok dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga cabai rawit hijau di DKI Jakarta mulai bergerak naik 60,06% dalam sepekan.

Sementara bila dilihat perubahan harga dibandingkan 30 hari sebelumnya, harga cabai rawit hijau di wilayah ini telah mengalami kenaikan 42,61%. Meski demikian, untuk rentang data setahun terakhir, harga jual cabai rawit hijau di pasar modern DKI Jakarta sebetulnya telah mengalami penurunan. Rekor tertinggi sebelumnya, sempat menyentuh harga Rp 102,150 per kg. Untuk periode Januari-November 2023, harga cabai rawit hijau di pasar modern terus bergerak naik, bergerak 50,15% dibandingkan kondisi sebulan yang lalu.

Harga cabai rawit hijau sempat berada di titik terendah Rp 62.100 per kg pada Rabu, 08 November 2023. Kemudian untuk harga tertinggi pada tahun ini yang pernah dicapai yakni di kisaran Rp 102,150 per kg . Data di tingkat nasional, harga cabai rawit hijau mulai bergerak naik mendekati akhir tahun 2021. Rata-rata harga cabai rawit hijau di pasar modern dijual Rp 86.585,48 per kg, naik 6,96% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Harga Cabai Naik 60 Persen Dorong Inflasi di Madiun

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat inflasi sebesar 0,48 persen pada November 2023 imbas kenaikan harga cabai rawit, yang mencapai 60,72 persen. Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis mengatakan kenaikan harga komoditas cabai rawit memberikan andil sebesar 0,25 persen terhadap inflasi di Kota Madiun. Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit pada November lebih tinggi dibanding Oktober yang hanya 29,4 persen. Salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca yang mengakibatkan petani gagal panen, sehingga berdampak pada pasokan.

Apalagi, cabai rawit yang dijual di Kota Madiun didatangkan dari daerah sekitar Madiun. Akibatnya, inflasi Kota Madiun pada November lebih tinggi dibanding Jawa Timur yang 0,31 persen, dan nasional 0,38 persen. “Kalau inflasi tinggi itu dampaknya daya beli masyarakat menjadi berkurang. Kalau biasanya beli cabai rawit Rp10.000, karena ada kenaikan harga, maka masyarakat mengurangi konsumsi cabai rawitnya,” kata Abdul mengutip dari Antara, Minggu (3/12).

Baca Juga : Simak Profil dan Fakta Suki Waterhouse Kekasih Robert Pattinson

Kenaikan harga cabai rawit, juga berdampak terhadap keberlangsungan usaha warung makan, maupun produsen pembuatan sambal pecel di Kota Madiun. Mereka harus bisa mencari cara agar harga produknya tetap terjangkau, namun tidak menurunkan kualitas yang dihasilkan. “Dampak dari kenaikan harga cabai rawit, pencatatan kami, komoditas nasi dengan lauk ini juga mengalami inflasi pada November. Itu baru di rumah makan, belum lagi di industri pembuatan sambal pecel,” katanya.

Selain cabai rawit, terdapat sejumlah komoditas lain pemicu inflasi pada November 2023 di Kota Madiun, di antaranya beras, rokok kretek, bawang merah, gula pasir, dan telur ayam ras. “Selain cabai rawit, harga beras juga masih mendorong terjadinya inflasi November 2023 di Kota Madiun,” ujarnya. Sedangkan, komoditas penekan inflasi, di antaranya harga bensin, tarif KA, ayam hidup, daging ayam ras, minyak goreng, tomat, tempe, serta bawang putih dan daging sapi.

Sementara itu, dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, semuanya mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi, terjadi di Sumenep 0,87 persen. Kemudian, Madiun 0,48 persen, Probolinggo 0,44 persen, Banyuwangi 0,42 persen. Disusul Malang 0,40 persen, Kediri 0,38 persen, Jember 0,28 persen, dan Surabaya 0,26 persen.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!