Juni 15, 2024

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Meleset dari Target, Ini Penyebabnya

2 min read

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 meleset dari target, yakni 5,3% menjadi 5,05%. Namun angka tersebut lebih tinggi dari institusi internasional.

Badan Sentra Statistik (BPS) melaporkan daya kerja ekonomi Indonesia pada 2023 yang menempuh 5,05% sepanjang 2023. Angka tersebut tercatat meleset dari target pemerintah yang sebesar 5,3%. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan capaian tersebut lebih tinggi dari perkiraaan sejumlah ekonom pun institusi internasional. “Angka ini lebih tinggi dari consensus forecast pada waktu itu diperkirakan pertumbuhan slot depo qris ekonomi kita pada 2023 yakni 5,03 persen,” ungkapnya dalam Konferensi Pers di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (5/2/2024).

Dia mengatakan pertumbuhan yang lebih rendah 0,15% dari target pemerintah tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,82% dan mendonasi 2,55% kepada pertumbuhan secara awam. Di samping itu, Airlangga menekankan terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi di tengah kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang merangsang ekonomi pada kuartal IV/2023. Insentif tersebut antara lain, sektor perumahan terdapat kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100%, kemudian subsidi tarif administrasi bagi perubahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Penebalan bansos untuk mitigasi El Nino menjaga daya beli serta akselerasi dari penyaluran KUR,” tutur Airlangga.

Jikalau mengamati target Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam outlook ekonomi makro 2023 yang dipaparkan pada 2 Januari 2024 lalu, angka 5,05% telah tepat target. Sebelumnya, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar menerangkan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2023 salah satunya disebabkan oleh perekonomian global yang mengalami perlambatan.

Kecuali itu, melambatnya pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh fenomena El Nino yang berkepanjangan. ”[El Nino] menyebabkan salah satu lapangan usaha, khususnya pertanian melambat, khususnya pada paruh kedua tahun 2023,” lanjutnya.

Dia melanjutkan, dari sisi pengeluaran, sumber ekonomi Indonesia tetap disangga oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,96%. Kecuali itu, daya kerja eksporjuga disangga oleh ekspor jasa sebab adanya peningkatan kedatangan pelancong mancanegara.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!