April 21, 2024

NasDem Sebut Sudah Ada Komunikasi bersama dengan PDIP soal Hak Angket, Tinggal Pematangan

2 min read

Fraksi Partai NasDem menyatakan siap menolong hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024. Anggota Fraksi Partai NasDem DPR, Taufik Basari (Tobas) mengaku, sementara ini udah tersedia komunikasi informal pematangan hak angket tengah berjalan.

“Secara informal udah tersedia percakapan (dengan fraksi PDIP), tetapi kita kembali memastikan pematangan berasal dari sistem komunikasi ini,” tutur Tobas dalam keterangannya, Kamis (7/3/2023).

Karena mereka yang mengawali usulan hak angket ini dan termasuk sebagai fraksi terbesar dan kita menghormati, ya kita menunggu termasuk kesiapan PDI Perjuangan,” kata Tobas.

Lebih lanjut, lanjut Tobas biarpun tanpa PDIP, Fraksi Partai NasDem mix parlay siap gunakan hak angket dugaan kecurangan Pemilu. “Sebab, sementara ini, Partai NasDem tengah menyiapkan beberapa syarat pengajuan hak angket,” kata dia.

Terkait kapan sementara pasti bakal diajukan kepada pimpinan DPR, Tobas tak mengungkap kepastian tetapi ia menyebut sesegera mungkin. Ia menggarisbawahi, langkah yang disita perlu terukur.

“Artinya, substansinya perlu kuat termasuk termasuk alasan-alasannya seumpama pelanggaran UU mana yang terjadi, kebijakan apa yang mau kita selidiki, atau penyalahgunaan anggaran mana yang selama ini terjadi, itu yang perlu kita pastikan termuat dalam pengajuan hak angket kita,” pungkas Tobas.

Pengamat: Usulan Hak Angket Kemungkinan Rungkad Sebelum Akad

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menyebut hak angket yang diusulkan oleh PKS, PKB, dan PDIP terancam gagal. Sebab, meski jumlah bagian DPR berasal dari partai koalisi 01 dan 03 lebih dominan dibandingkan partai-partai di koalisi 02.

Namun terhadap rapat paripurna kemarin, PPP dan NasDem justru tidak terbuka menyatakan sikap.

“Artinya, partai-partai yang berpotensi mengusulkan hak angket berpotensi rungkad sebelum akan akad,” kata Arifki melalui siaran pers diterima, seperti dikutip Kamis (7/3/2024).

Arifki meyakini, PPP dan NasDem punya pertimbangkan untuk turut hak angket. Diketahui, PPP masih berjuang untuk memastikan lolos parlemen di Pileg 2024. Sedangkan NasDem, sepertinya masih menunggu langkah PDIP.

“Ketidakhadiran Puan Maharani di rapat paripurna mengundang persepsi bahwa PDIP belum satu suara soal hak angket,“ yakin Arifki.

Arifki menilai, sejak awal usulan hak angket ini sebetulnya terkesan gertakan berasal dari terhadap langkah serius. Apalagi, ketua-ketua umum partai-partai yang menolong paslon 01 dan 03 terkesan masih menjaga jarak dan masih terpolarisasi bersama dengan situasi pilpres dan pemberian terhadap capres dan cawapres.

“Masing-masing terhadap akhirnya, parpol koalisi berikut terkesan menghitung keuntungan terhadap hak angket kecuali nantinya terealisasi,” tutur dia.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!