Juni 15, 2024

Modal Rp 95,3 Miliar Sekarang Jalan Teluk Buton Klarik Natuna Rampung Desember 2024

2 min read

Kementerian Profesi Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggenjot pembangunan jalan dan jembatan pada ruas Teluk Buton-Klarik di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar kawasan diperlukan agar mobilitas barang, jasa dan manusia lebih efisien. Sekalian mendorong pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru serta sebagai pemerataan hasil-hasil pembangunan di pulau-pulau terluar, terdepan, dan ketinggalan (3T), terutama di kawasan perbatasan.

“Dengan konektivitas yang kian https://tiendasdeconveniencia.org/ lancar akan menolong cara kerja percepatan pembangunan di kawasan tersebut,” kata Menteri Basuki, Sabtu (8/6/2024).

Pembangunan jalan pada ruas Teluk Buton-Klarik di bawah tanggung jawab Balai Cara Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau dengan kontraktor pelaksana PT Kembar Jaya Kekal.

Pada 2024, penanganan Jalan Teluk Buton-Klarik dilakukan sepanjang 9,87 km yang merupakan penuntasan dari pekerjaan sebelumnya dengan sempurna panjang penanganan 50,19 km.

Konstruksi jalan ruas Teluk Buton-Klarik dibangun cocok standar nasional, merupakan lebar 11 meter dengan perkerasan 5,5 meter dan bahu jalan 2,75 meter kanan kiri. Profesi dimulai semenjak kontrak Februari 2024 dengan cara kerja hingga 31 Mei 2024 telah menempuh 7,8 persen, dan ditargetkan selesai Desember 2024.

Selain pembangunan jalan, Kementerian PUPR juga membangun jembatan variasi gelagar beton pratekan dengan panjang 40,6 meter dan lebar 7 meter. Pembangunan jalan dan jembatan ruas Teluk Buton-Klarik bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) TA 2024 sebesar Rp 95,3 miliar.

“Selain mengaitkan antar kawasan di Kabupaten Natuna, penanganan ruas jalan Teluk Buton-Klarik juga diharapkan dapat membuka keterisolasian kawasan dan mendorong kawasan pariwisata di Teluk Buton ataupun Klarik, seperti Destinasi Pariwisata Pantai Tanjung Getah,” imbuh Basuki.

Resmi lazim, ruas jalan nasional di Kepulauan Riau sepanjang 429,7 km dan untuk Pulau Natuna sepanjang 114,7 km dengan keadaan kemantapan jalan menempuh 99,13 persen.

“Penanganan jalan di Pulau Natuna dilakukan lewat pekerjaan pembangunan jalan baru dan juga preservasi jalan dan jembatan untuk mempertahankan kemantapan serta pelebaran jalan menuju standar,” pungkas Basuki.

Tapera Profesi Ditunda? Ini Kata Menteri Basuki

Menteri Profesi Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyuarakan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) perlu disosialisasikan lebih lanjut ke masyarakat.

“Menurut itu dari UU yang lahir tahun 2016, kemudian kami dengan Menteri Keuangan agar dipupuk dahulu kredibilitasnya, ini permasalahan trust, sehingga kita undur ini hingga tahun 2027. Menurut saya pribadi, bila memang ini belum siap, kenapa kita harus tergesa gesa ?” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari Antara, Kamis (6/6/2024).Menurut ia, harus dikenal bahwa APBN hingga kini telah Rp105 triliun yang dikucurkan untuk program-program bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subdidi Selisih Bunga.

” yang punya rumah hakekatnya itu sebagai penabung, melainkan bunganya lebih besar dari deposito bila ia berkeinginan ambil,” katanya.

Basuki juga mengatakan bahwa kewajiban seluruh pekerja menjadi peserta merupakan amanah dari UU Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

“Undang-undangnya menyampaikan harus, melainkan bila yang telah punya rumah ia boleh ambil tabungannya itu, sosialisasi itu yang mungkin kami juga lemah dan belum begitu kuat,” kata Basuki.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!