Juni 15, 2024

Kota Yogyakarta catatkan -0,81 Pertumbuhan Ekonomi Pada Tahun 2023

2 min read

Kota Yogyakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi -0,81 pada akhir 2020 atau lebih baik dibanding sangkaan permulaan adalah mengalami penurunan sampai -2,22 persen dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

“Pandemi COVID-19 menjadi penyebab utama menurunnya pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta yang untuk pertama kali semenjak 2013 menjadi minus,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono di Yogyakarta, Rabu.

Berdasarkan data Bappeda Kota Yogyakarta, laju pertumbuhan pendapatan dalam negeri regional bruto (PDRB) di kota hal yang demikian mengalami penurunan yang cukup signifikan sepanjang pandemi COVID-19 adalah 6,77 persen dibanding 2019.

“Ada banyak sektor yang terdampak dampak pandemi COVID-19. Apalagi Yogyakarta mengandalkan perkonomian dari sektor pariwisata,” katanya.

Walaupun demikian, Agus mengatakan akan menjalankan beraneka situs slot gacor upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 sehingga tidak lagi minus namun bisa kembali mendekati target pertumbuhan ekonomi yang diatur dalam agenda pembangunan jangka menengah tempat (RPJMD) 2017-2022.

“Pertumbuhan ekonomi pada 2021 mesti positif. Kami tetap mengandalkan pada sektor usaha kecil mikro (UKM) dan dari sektor info dan komunikasi atau digital,” katanya.

Agus menyebut sektor info dan dan komunikasi mempunyai sumbangsih sekitar 15 persen untuk pendapatan dalam negeri regional bruto di Kota Yogyakarta sepanjang 2020 adalah Rp4,04 miliar.

Dua sektor lain yang juga mendonasi PDRB cukup tinggi sepanjang 2020 adalah dari sektor industri pengolahan Rp3,5 miliar dan dari penyedia akomodasi serta makan minum sebesar Rp3,3 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Yogyakarta pada 2020 masih lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami minus dua persen.

“Ada penurunan 634 persen dibanding target dalam RPJMD. Tentunya, untuk tahun ini mesti bisa digenjot sampai 700 persen supaya pertumbuhan ekonomi menjadi positif lagi,” katanya.

Danang optimistis Kota Yogyakarta sanggup meningkatkan pertumbuhan ekonominya pada 2021 menjadi positif bahkan diinginkan bisa menempuh empat persen.

Salah satu sektor yang bisa digerakkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah dari sektor pembangunan infrastruktur, apalagi sektor hal yang demikian tetap bisa berjalan 100 persen di tengah masa cara kerja pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) dengan mengaplikasikan protokol kesehatan ketat.

“Sektor ini bisa dipercaya untuk memberikan multiplier effect yang baik. Harapannya, tidak ada egosektoral antar organisasi perangkat tempat (OPD) sehingga pekerjaan infrastruktur bisa dilakukan dengan maksimal,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan sanggup menuntaskan lelang beraneka pekerjaan lahiriah pada triwulan pertama 2021 sehingga pekerjaan bisa dilakukan lebih pesat.

Sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur yang direncanakan dilakukan tahun ini dai antaranya, revitalisasi trek pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman dari simpang Galeria sampai simpang Gramedia memanfaatkan dana keistimewaan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!