Februari 23, 2024

Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Ini Anjuran IDI…

2 min read
covid

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengimbau penduduk untuk kembali meningkatkan protokol kesehatan. Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Prof.DR.Dr. Erlina Burhan Sp.P(K) didalam diskusi daring dari Jakarta pada Rabu (6/12/2023) menyatakan bahwa sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19 di 104 negara bersama varian EG.5, HK.3, dan BA.2.86. Negara yang mengalami itu di antaranya adalah tetangga dekat Indonesia, yakni Singapura dan Malaysia.

“Kita memang melihat saat ini pelaksanaan protokol kesegaran khususnya memakai masker jadi kendor,” kata Erlina, layaknya yang dikutip dari Antaranews pada Rabu (6/12/2023).

“Tapi melirik situasi dan lonjakan kasus di Singapura dan Malaysia, lebih-lebih di Indonesia, kita dari PB IDI mengimbau kala ini mulailah kembali memakai masker, seumpama bergejala batuk, pilek, bersin,” lanjutnya.

Di Singapura, tercatat tersedia 22 ribu kasus varian Omicron, yakni EG.5 dan HK.3, yang mendominasi 70 persen dari total kasus Covid-19 pada Oktober hingga November. Ada termasuk kasus dari varian Omicron yang bervolusi yakni BA.2.86, yang kebolehan infeksinya rendah.

Baca juga:

Seminggu Harga Cabai Rawit Hijau Naik 60,06%

Simak Profil dan Fakta Suki Waterhouse Kekasih Robert Pattinson

Di Malaysia, tercatat tersedia 927 kasus terkonfirmasi Covid-19 selama 2-8 Oktober 2023. Pada November, kasus Covid-19 di Malaysia meningkat nyaris 4.000 kasus. Lonjakan kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia, kata Erlina, gara-gara ada mobilitas tinggi yang terjadi sejak November untuk laksanakan perjalanan libur akhir th. dan berkumpul bersama teman.

“Data mereka termasuk menunjukkan bahwa ternyata antibodi penduduk udah mengalami penurunan gara-gara secara teori menyatakan bahwa sehabis enam bulan atau 12 bulan terjaadi penurunan antibodi,” ujarnya.

Beberapa negara lainnya mengalami lonjakan kasus Covid-19 bersama varian EG.5, layaknya Amerika sebanyak 24,8 persen, Kanada 12 persen, China 10 persen, Jepang 7 persen, dan Korea Selatan 6 persen.

Sementara kasus varian EG.5 di Indonesia menurut Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), tercatat mengalami peningkatan sejak Juni dan pada Juli meningkat sebesar 20 persen. Lalu, mengalami penurunan kembali pada Agustus.

Laporan secara world mencatat tersedia lonjakan kasus Covid-19 varian baru pada 28 hari terakhir, termasuk dari 23 Oktober hingga 19 November 2023. Terdapat 104 negara yang melaporkan kenaikan kasus dan 43 negara yang melaporkan kematian.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!