Juni 15, 2024

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pupuk di Papua Barat Senilai US$1 Miliar

2 min read
jokowi

Pabrik pupuk yang dibangun oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Fakfak, Papua Barat ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Pembangunan pabrik pupuk ini nantinya diinginkan mampu memainkan peran kunci didalam membantu ketahanan pangan nasional.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, groundbreaking peletakan batu pertama proyek strategis nasional kawasan industri pupuk Fakfak secara formal saya nyatakan dimulai,” kata Jokowi di Fakfak, Papua Barat, Kamis.

Pada peluang tersebut, Jokowi menyatakan bahwa ancaman krisis pangan global sudah berjalan di lebih dari satu negara. Oleh dikarenakan itu, dia memastikan bahwa pemerintah Indonesia sudah menyiapkan trik besar untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

“Ancaman krisis pangan global sungguh-sungguh nyata dan sudah terjadi. Sehingga kita mesti punya trik besar, bagaimana kita mampu capai yang namanya kedaulatan pangan, swasembada pangan,” ujarnya.

Baca juga:

5 Tanda Lemak Tubuh Tinggi, Ada Masalah Sendi dan Kulit

Tom Hiddleston Beri Pesan untuk Fan Usai Kisah Loki Berakhir

Jokowi memastikan bahwa swasembada bukan cuma berkaitan beras saja, tetapi termasuk komoditas pangan lainnya layaknya gula, kedelai, jagung dan lebih dari satu komoditas pangan lainnya yang selagi ini tetap bergantung terhadap negara lain.

Oleh dikarenakan itu, dia menilai pembangunan kawasan industri pupuk di Papua Barat menjadi terlalu penting, dikarenakan pupuk akan tingkatkan produktivitas tanaman baik padi, tebu, maupun jagung.

“Memang wilayah Indonesia bagian timur itu belum tersedia industri pupuknya agar mesti dibangun agar lebih efektif transportasinya dan lebih tidak mahal untuk petani,” ucap Jokowi.

Sebagai informasi, pabrik Papua Barat Pupuk Kaltim di Papua Barat nantinya akan punya kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1,15 juta ton per th. dan 825.000 ton per th. untuk amonia.

Dengan nilai investasi capai lebih berasal dari US$1 miliar atau setara dengan Rp15,5 triliun, Pupuk Kaltim menargetkan proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat akan terealisasi didalam selagi 5 th. ke depan.

Pembangunan industri pupuk ini diinginkan mampu membantu ketahanan pangan bagi Indonesia dengan penyediaan 4,5 juta-5 juta ton atau pemenuhan sekitar 70-80 prosen kebutuhan pupuk urea nasional. Hal ini bersamaan dengan prediksi akan kebutuhan urea yang capai 6 juta-7 juta ton terhadap 2030.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!