Februari 23, 2024

Isi Lengkap ‘Amarah’ Luhut ke Tom Lembong soal Contekan-Nikel Jokowi

4 min read
luhut binsar

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut  Panjaitan menyampaikan amarahnya kepada Thomas Lembong alias Tom Lembong melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya yang berisi tentang permainan dari situs slot dana gacor.

Amarah ia ungkapkan terkait sebagian pernyataan Tom, seperti; hilirisasi nikel dan juga pernyataan soal contekan ke Jokowi.

Dalam video itu, Luhut membantah sejumlah pernyataan Co-captain 2 Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) itu. Apalagi kini Tom sedang di atas angin gara-gara viral di fasilitas sosial usai namanya disebut-sebut di dalam debat keempat Pilpres 2024.

“Ini aku titip terhadap Tom (Lembong), Anda biarpun telah tidak di goverment lagi, jangan menceritakan yang tidak baik, padahal tidak seluruhnya benar di luar,” ujar Luhut kepada Tom, Rabu (24/1).

Berikut isi kemarahan lengkap Luhut ke Tom Lembong;

1. Ragukan intelektualitas

Luhut menuduh Tom berbohong atas pernyataannya bahwa harga nikel anjlok akibat gencarnya pembangunan smelter di Indonesia yang gencar dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bagaimana Anda menambahkan advice bohong kepada calon pemimpin yang Anda dukung? Saya sedih lihat Anda. Artinya intelektual Anda menurut aku jadi aku ragukan,” kata Luhut.

“Oke, Anda intelektual. Tapi karakter Anda menurut aku enggak bagus,” sambungnya.

Luhut memastikan harga nikel perlu diamati di dalam bentuk information panjang, contoh sepuluh tahun terakhir.

Ia menyebut siklus dari komoditas naik dan turun, terasa dari batu bara, nikel, hingga emas. Namun, Luhut menyebut harga nikel dunia saat ini menyentuh Rp15 ribu, lebih bagus dari periode 2014-2019 yang hanya Rp12 ribu.

“Jadi aku enggak ngerti bagaimana Tom Lembong menambahkan statement seperti ini,” kata dia.

Luhut juga menyoroti pernyataan Tom terkait lithium ferro phosphate (LFP). Pasalnya, LFP jadi andalan Tom pas menyerang program hilirisasi nikel di rezim Jokowi. Tom menyebut negara luar telah terasa meninggalkan nikel Indonesia untuk menggarap baterai mobil listrik dan berubah ke LFP. Luhut memastikan apa yang dikatakan eks menteri perdagangan dan eks kepala BKPM itu tidak benar.

“Tidak benar pabrik Tesla di Shanghai manfaatkan 100 prosen LFP untuk mobil listriknya. Mereka masih senantiasa manfaatkan nikel based baterai. Jadi, seperti suplai nikel based baterai itu dikerjakan oleh LG Korea Selatan untuk model mobil listrik yang diproduksi Tesla di Shanghai,” jelasnya.

2. Minta Tom berkaca hasil kerjanya sebagai menteri perdagangan

Amarah Luhut kepada Tom juga dikerjakan bersama mengungkit ‘kegagalan’ Tom Lembong selama jadi bawahan Jokowi. Kegagalan itu salah satunya terkait bersama mempermudah proses perizinan investasi melalui proses izin Online Single Submission (OSS).

Luhut menyatakan pas itu Jokowi menugaskan Tom Lembong yang kebetulan jadi kepala BKPM untuk melakukan proyek tersebut. Namun kata Luhut, hingga bersama Tom mengakhiri era tugasnya sebagai kepala BKPM tugas itu belum selesai.

Kegagalan lain adalah selama jadi menteri perdagangan. Luhut menilai tidak tersedia prestasi besar yang dikerjakan Tom Lembong.

Atas kegagalan itu, Luhut kemudian berharap Tom berkaca. Ia menghendaki orang yang kini berada di balik pasangan calon nomer urut 1 Anies-Muhaimin itu merefleksikan hasil kerjanya pernah sebagai bawahan Jokowi.

“Anda perlu refleksi juga apa sih yang Anda melakukan sebagai menteri perdagangan, coba tanya dirimu. Waktu kamu (kepala) BKPM, apa yang kamu lakukan? Anda kan ditugasi untuk Online Single Submissions (OSS). Saya ingat betul itu bagaimana Anda curhat ke saya, tapi itulah hingga Anda meninggalkan kabinet tidak pernah selesai OSS. Sekarang kami yang merampungkan itu yang telah digadang-gadang begini begono dan segala macam,” ungkap Luhut.

3. Minta Tom jangan gede rasa (GR)

Luhut juga menyinggung bagaimana Tom mengklaim dirinya kerap menambahkan catatan atau contekan kepada Jokowi pas menjabat sebagai salah satu menteri di di dalam kabinet. Luhut memastikan bahwa hampir seluruh jajaran di kabinet melakukan perihal yang sama. Bahkan, kata dia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi jadi menteri yang paling kerap menambahkan catatan kepada presiden, lebih-lebih di dalam tiap-tiap pertemuan bilateral.

“Anda jangan GR juga bilang kasih note kepada ayahnya Mas Gibran. Emang hanya Tom Lembong saja? Yang paling banyak kasih note kepada Pak Presiden adalah Bu Menlu, Bu Retno,” kata Luhut.

Di samping itu, lanjut dia, tidak hanya Jokowi yang terima catatan dari menterinya. Semua kepala negara, jelasnya, beroleh catatan dari para menteri yang duduk di belakangnya di dalam tiap-tiap pertemuan bilateral.

“Apakah gara-gara Anda hebat melakukan itu? Tidak. Itu tugas Anda sebagai pembantu presiden, sebagai menteri perdagangan pas itu, sebagai kepala BKPM,” tegasnya.

Tom Lembong belakangan ini sesungguhnya kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Kritik ia memberikan setelah gabung ke kubu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Kritik salah satunya ia memberikan terkait kebijakan hilirisasi nikel yang dikerjakan Jokowi.

Ia menyebut kebijakan itu telah menghancurkan harga nikel. Menurutnya, gara-gara kebijakan Jokowi harga nikel di pasar international telah turun lebih kurang 30 prosen di dalam 12 bulan terakhir.

Kejatuhan harga berikut katanya dipicu gencarnya pembangunan smelter. Ia memperkirakan kejatuhan harga itu dapat berlanjut gara-gara stok nikel di dunia mengalami surplus yang terbesar selama sejarah gara-gara kebijakan Jokowi.

“Jadi bersama begitu gencarnya dibangun smelter di Indonesia, kami membanjiri dunia bersama nikel. Harga jatuh, berlangsung keadaan oversupply,” ujar Lembong.

Tak hanya menjatuhkan harga, Tom juga menyatakan gara-gara pemerintah begitu militan dan konfrontasional terhadap nasabah luar negeri, perihal itu memicu mereka ketakutan. Ini memicu Indonesia kehilangan kepercayaan dan melacak opsi lain untuk memicu baterai mobil listrik.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!