Mei 23, 2024

Inggris Kucurkan Rp505 M untuk Program Integrasi Ekonomi ASEAN

2 min read
Integrasi Ekonomi ASEAN

Inggris mengucurkan dana sebesar £25 juta atau Rp505 miliar untuk mendorong rajazeus integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN-UK Economic Integration Programme (EIP). Misi Inggris untuk ASEAN dan Sekretariat ASEAN meluncurkan program tersebut terhadap Rabu, 24 April 2024, di Jakarta. Program ini dapat berlaku di semua negara ASEAN dan Timor Leste, yang kini berstatus sebagai pengamat dalam organisasi tersebut. Integrasi pada ekonomi 11 negara ini termasuk pengurangan atau penghapusan halangan perdagangan serta koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.

Program EIP dapat berfokus terhadap digitalisasi di kawasan Asia Tenggara, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Sebagai mitra ASEAN, peran Inggris dalam program ini adalah berikan perlindungan kepada negara-negara anggota ASEAN melalui perlindungan teknis, peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan. Duta Besar Inggris untuk ASEAN Sarah Tiffin menyebutkan dana £25 juta dapat digunakan sampai lima th. ke depan untuk lakukan program-program regional dan bilateral yang terjalin dengan ASEAN.

“Ini adalah program-program yang kami rancang dengan ASEAN dan ini merupakan program regional,” katanya. “Oleh dikarenakan itu, amat penting bagi kami bahwa perihal tersebut mesti disampaikan ke semua ASEAN.” Martin Kent, Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik dan Pejabat Ekonomi Senior Inggris untuk ASEAN, menegaskan bahwa dana tersebut sepenuhnya perlindungan berasal dari Inggris dan bukan pinjaman. Inggris sebagai mitra dialog di ASEAN, mengusahakan mendobrak halangan perdagangan dan mendorong integrasi ekonomi.

Tiga daerah kunci berasal dari program EIP adalah membantu reformasi peraturan untuk memfasilitasi perdagangan dan kegiatan ekonomi, mendorong perdagangan terbuka antar negara anggota ASEAN dan perdagangan global, serta memperkuat dan memodernisasi sarana keuangan. Kent menyebutkan ini merupakan usaha integrasi ekonomi terbesar yang dikerjakan di negara-negara berkembang.

Jika terwujud, program ini diharapkan menciptakan pasar tunggal dengan pergerakan bebas barang jasa, investasi asing langsung dan tenaga kerja tangkas serta pergerakan bebas modal, yang termasuk lebih berasal dari 650 juta orang.

“Dengan memanfaatkan keahlian Inggris dan bermitra dengan pemerintah dan dunia usaha ASEAN, kami mampu menciptakan solusi keuangan yang inovatif dan inklusif yang memenuhi kebutuhan pasar yang tengah berkembang ini,” kata Kent. Inggris menyandang status mitra dialog ASEAN sejak 2021, yang sangat mungkin negara tersebut memperdalam hubungan ekonomi dengan ASEAN.

Total volume perdagangan pada keduanya mencapai nilai £48,8 juta dalam empat kuartal sampai akhir Q3 2023 – meningkat 5,1 persen berasal dari th. sebelumnya. Inggris juga juga sepuluh besar negara investor di ASEAN. Tiffin, sebagai Dubes Inggris untuk ASEAN, tunjukkan komitmennya untuk tetap bekerja dengan timnya di semua Asia Tenggara bersamaan dengan kantor-kantor bilateral peranan memperdalam kemitraan ASEAN-Inggris.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!