Juni 15, 2024

IMF Kerek Proyeksi Perihal Ekonomi Dichina Jadi 5% Pada Tahun 2024

2 min read

Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekononi China menjadi 5% pada 2024, dari sebelumnya 4,6%.

Kenaikan proyeksi ini didukung oleh daya kerja ekonomi China yang kuat di kuartal pertama 2024, dan langkah-langkah kebijakan baru-baru ini.

Mengabarkannya CNBC International, Kamis (30/5/2024) peningkatan tersebut menyusul kunjungan IMF ke China untuk menjalankan pengevaluasian rutin.

Untuk 2025, IMF kini memperkirakan ekonomi China akan tumbuh sebesar 4,5%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,1%. Tetapi, untuk 2029, IMF memperkirakan pertumbuhan China akan melambat menjadi 3,3% karena populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat.

Angka tersebut turun dari perkiraan IMF sebelumnya yang slot deposit qris memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,5% dalam bentang menengah.

Pada kuartal pertama 2024, perekonomian China tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 5,3%, didukung oleh ekspor yang kuat. Tetapi, data ekonomi China pada April menunjukkan belanja konsumen masih lesu, sementara aktivitas industri meningkat.

Sekitar dua minggu lalu, pihak berwenang China mengumumkan langkah-langkah besar untuk menyokong sektor real estate yang sedang mengalami kesusahan, termasuk menghapus batas bawah suku bunga hipotek.

Gita Gopinath, wakil direktur pelaksana pertama IMF mengatakan bahwa pihaknya menyambut naik langkah tersebut, melainkan dibutuhkan tindakan yang lebih komprehensif.

“Prioritasnya yakni memobilisasi sumber daya pemerintah sentra untuk melindungi pembeli rumah pra-penjualan yang belum selesai dan mempercepat penyelesaian rumah pra-penjualan yang belum selesai, sehingga membuka jalan untuk mengatasi pengembang yang pailit,” ujar ia.

“Memperbolehkan fleksibilitas harga yang lebih besar, sambil memantau dan memitigasi potensi pengaruh keuangan makro, dapat lebih menyokong permintaan perumahan (di China) dan menolong memulihkan keseimbangan,” tambah ia.

IMF: Kebijakan Makroekonomi China Seharusnya Menyokong Permintaan Domestik

Kecuali itu, rilis IMF juga menyebutkan bahwa selama kunjungannya ke China bulan ini, Gopinath bersua dengan Gubernur Bank Rakyat China Pan Gongsheng, Wakil Menteri Keuangan Liao Min, Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen, Wakil Gubernur PBOC Xuan Changneng, serta Wakil Ketua Administrasi Undang-undang Keuangan Nasional China, Xiao Yuanqi.

“Kebijakan makroekonomi bentang pendek wajib diberi nasehat untuk menyokong permintaan dalam negeri dan memitigasi risiko penurunan,” kata Gopinat selama pertemuan tersebut.

“Untuk mencapai pertumbuhan berkwalitas tinggi memerlukan reformasi struktural untuk mengatasi hambatan dan mengatasi ketidakseimbangan yang mendasarinya,” tambahnya.

pertemuan hari Senin, Presiden China Xi Jinping juga menekankan perlunya mempromosikan lapangan kerja berkwalitas tinggi dan memadai, menurut media pemerintah.

“Xi secara khusus menekankan peningkatan kebijakan dukungan lapangan kerja bagi jebolan perguruan tinggi dan generasi muda lainnya, demikian dalam laporan Xinhua.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!