Juni 15, 2024

2 Menteri Israel Ancam Akan Mundur Jikalau Netanyahu Sependapat dengan Gencatan Senjata di Gaza

2 min read

Dua menteri sayap kanan Israel mengancam akan mengundurkan diri dan membubarkan koalisi pemerintahan apabila Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui masukan gencatan senjata di Gaza.

Sebelumnya, desakan untuk melakukan gencatan senjata datang dari berjenis-jenis negara, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Dikutip dari BBC, Minggu (2/6/2024) Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengatakan, mereka membantah kesepakatan apa malahan sebelum Hamas dihancurkan.

Tapi, pemimpin oposisi Yair Lapid sudah berkomitmen untuk menyokong pemerintah apabila Netanyahu menyokong rencana hal yang demikian.

Netanyahu bersikeras tak akan ada gencatan senjata permanen hingga kemampuan militer dan pemerintahan spaceman Hamas dihancurkan dan semua sandera dibebaskan.

Usul tiga bagian Biden yaitu dimulai dengan gencatan senjata selama enam pekan di mana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan mundur dari tempat berpenduduk di Gaza.

Kesepakatan itu pada akhirnya akan mengarah pada pembebasan semua sandera, penghentian permusuhan permanen, dan rencana rekonstruksi besar-besaran untuk Gaza.

Tapi dalam sebuah uploadan di media sosial, Smotrich mengatakan bahwa ia memberi tahu Netanyahu bahwa ia tak akan menjadi bagian dari pemerintahan yang menyetujui garis besar yang diusulkan dan mengakhiri perang tanpa menghancurkan Hamas dan membawa kembali semua sandera.

Paralel dengan perkataannya, Ben-Gvir mengatakan, kesepakatan itu berarti akhir dari perang dan ditinggalkannya tujuan untuk menghancurkan Hamas.

\\\”Ini yaitu kesepakatan yang sembrono, yang yaitu kemenangan bagi terorisme dan ancaman keamanan bagi Negara Israel,\\\” katanya.

Dia bersumpah untuk \\\”membubarkan pemerintahan\\\” daripada menyetujui masukan hal yang demikian.

Saling Serang di Parlemen

Koalisi sayap kanan Netanyahu mengontrol mayoritas tipis di parlemen, mengandalkan sejumlah faksi, termasuk partai Otzma Yehudit. pimpinan Ben-Gvir yang mengontrol enam kursi dan partai Zionisme Religius pimpinan Smotrich yang mengontrol tujuh kursi.

Konflik itu terjadi saat puluhan ribu orang berunjuk rasa di Tel Aviv, menyerukan terhadap pemerintah Israel untuk menerima rencana yang diusulkan Biden.

Mereka juga menuntut pengunduran diri Netanyahu. Pertikaian terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi, dan sebagian demonstran dilaporkan dibendung.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!